Kenapa Wanita yang hamil di luar nikah mudah dalam proses persalinan, dan tidak merasakan kesusahan layaknya Ibu hamil pada umumnya?
Seperti yang kita ketahui, Ibu hamil pada trimester pertama seringnya merasakan sakit, sulit makan karena morning sickness, pusing, dan lain-lain. Kelelahpayahan Ibu hamil, dan perjuangan seorang Ibu ketika melahirkan bernilai pahala, bahkan mengandung dan melahirkan adalah jihadnya seorang wanita.
Namun, wanita yang mengandung karena berzina, terkadang tidak merasakan itu. Ia menjalani aktifitasnya dengan normal, bahkan ketika usia kehamilan membesar pun Orang-orang di sekitarnya tidak menyadari perubahan fisiknya. Tahu-tahu, sudah melahirkan entah di kamarnya, di toilet, dsb. Boleh jadi, ALLAH telah mencabut rasa sakit dan kesusahan pada wanita yang hamil di luar nikah supaya ia tidak beroleh pahala jihad.
Ini mungkin jawaban bagi kita ketika melihat fenomena Pelajar yang melahirkan bayinya di kebun. Atau di toilet sekolah. Ia melahirkan tanpa bantuan medis. Padahal, yang kita tahu, Ibu hamil yang melahirkan di klinik bersalin saja sampai meraung-raung kesakitan ketika kontraksi, bahkan demikian kelelahan ketika sedang bersalin. Mengapa ia tidak?
Ibu yang telah melahirkan anaknya, akan segera melupakan rasa sakit dan ngilunya ketika telah melihat anaknya lahir dengan selamat. Ia menyambutnya dengan haru dan suka cita. Itulah fitrah wanita..
Namun, sering kita dibuat geram dan tidak habis pikir oleh wanita yang tega membuang bayinya di kloset, tong sampah, dsb. Apa ia tidak menyayangi anaknya? Apa ia tidak kasihan pada anaknya? Kemana perginya kasih sayang itu?
Ah ya…
Karena, ALLAH telah mencabut kasih sayang di hatinya. Menghilangkan naluri keibuannya. Mengeraskan hatinya. Menggelapkan akal sehatnya. Dan, mematikan hati nuraninya..
Intinya, ALLAH cabut keberkahannya.
Wallahu a’lam bishawab..
Namun, sering kita dibuat geram dan tidak habis pikir oleh wanita yang tega membuang bayinya di kloset, tong sampah, dsb. Apa ia tidak menyayangi anaknya? Apa ia tidak kasihan pada anaknya? Kemana perginya kasih sayang itu?
Ah ya…
Karena, ALLAH telah mencabut kasih sayang di hatinya. Menghilangkan naluri keibuannya. Mengeraskan hatinya. Menggelapkan akal sehatnya. Dan, mematikan hati nuraninya..
Intinya, ALLAH cabut keberkahannya.
Wallahu a’lam bishawab..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar